Kenapa Investasi Saham?

by Admin

Introduction

Selama beberapa tahun terakhir ini, jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi jauh lebih mudah dan murah. Ada banyak sekuritas yang membiarkan kamu membeli saham dengan biaya komisi yang kecil. Sekarang, biaya transaksi saham kebanyakan sudah di bawah 0,3% per transaksi.

Namun, kenapa kita harus investasi di saham? tidak pada instrumen lain? Nah, pada artikel di bawah ini kami akan menjelaskan alasan mengapa kami memilih investasi saham. Selain itu, kamu juga bisa mempelajari tips investasi saham jangka panjang untuk mendapatkan return yang tinggi.

Kenapa Memilih Investasi Saham?

Pertama, inflasi itu menggerogoti nilai uang kamu. Akibatnya, harga nominal nilai barang yang sama biasanya naik setiap tahunnya. Misalnya, Rp 1 juta pada tahun 2000 sama dengan Rp 3,6 juta pada tahun 2020. Ini berarti untuk membeli barang senilai Rp 1 juta pada tahun 2000, kamu membutuhkan Rp 3,6 juta pada tahun 2020. Dalam kasus ini, harga barang tersebut meningkat sebesar 7% per tahun dalam 20 tahun terakhir.

Nah, sekarang kamu tahu kan dengan berinvestasi, kamu bisa melindungi aset kamu dari inflasi. Tapi, kenapa memilih investasi saham dibanding instrumen lain? Secara historis, suku bunga bank, yang dianggap sebagai instrumen investasi paling aman, itu mempunyai return hanya 1% lebih tinggi dari inflasi. 

Rata-rata, saham memberikan return yang jauh lebih tinggi daripada alternatif lain. Selama 20 tahun terakhir, berinvestasi dalam indeks saham seperti IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) akan memberikan kamu return 10% per tahun. Ini melebihi return emas sebesar 1,2% dan juga jauh melebih deposito bank sebesar 6,2%.

Selain itu, saat kamu berinvestasi, kamu juga mendapatkan keuntungan dari bunga majemuk (compound interest). Bunga majemuk adalah saat bunga yang kamu dapat dari investasi juga ikut berbunga dan menghasilkan uang.

Misalnya kamu memiliki Rp 1 juta untuk diinvestasikan. Kamu memilih untuk berinvestasi di saham di mana secara hipotetis kamu mendapatkan return rata-rata 10% per tahun.

Setelah investasi selama satu tahun, investasi awal kamu sebesar Rp 1 juta akan tumbuh menjadi Rp 1.1 juta (Rp 1 juta * (1 + 10%)). Sederhana, bukan?

Kamu memilih untuk tetap investasi saham selama satu tahun lagi dengan return 10% per tahun. Nah, di tahun kedua, kamu akan mendapatkan return sebesar Rp 110 ribu dan bukan Rp 100 ribu. Kenapa?

Karena sekarang kamu mendapatkan 10% dari Rp 1.1 juta – investasi awal kamu sebesar IDR 1 juta ditambah dengan bunga yang kamu peroleh tahun pertama sebesar Rp 100 ribu.

Karena saham memiliki salah satu return tertinggi dibandingkan dengan alternatif lain, efek compounding akan semakin besar seiring dengan berjalannya waktu.

Tips Beli Saham yang Baik untuk Pemula
by Admin
Tips Beli Saham yang Baik untuk Pemula

Masih Bingung Bagaimana Cara Beli Saham yang Baik dan Benar ? Apakah Anda sedang mencari tahu tips beli saham untuk...

See More
Tips Bagaimana Memulai Investasi Saham Jangka Panjang ?
by Admin
Tips Bagaimana Memulai Investasi Saham Jangka Panjang ?

Baru ingin mulai investasi saham? alangkah baiknya kamu mempelajari beberapa tips beli saham untuk pemula dan tips investasi saham jangka...

See More
Kenapa Investasi Saham?
by Admin
Kenapa Investasi Saham?

Introduction Selama beberapa tahun terakhir ini, jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi jauh lebih mudah dan murah....

See More

Related Blog

Tips Beli Saham yang Baik untuk Pemula
by Admin
Tips Beli Saham yang Baik untuk Pemula

Masih Bingung Bagaimana Cara Beli Saham yang Baik dan Benar ? Apakah Anda sedang mencari tahu tips beli saham untuk...

See More
Tips Bagaimana Memulai Investasi Saham Jangka Panjang ?
by Admin
Tips Bagaimana Memulai Investasi Saham Jangka Panjang ?

Baru ingin mulai investasi saham? alangkah baiknya kamu mempelajari beberapa tips beli saham untuk pemula dan tips investasi saham jangka...

See More
Stock Market 101: Basic Investing Terms
by Admin
Stock Market 101: Basic Investing Terms

Banyak yang berpikir bahwa untuk berhasil di pasar saham itu memperlukan modal yang besar. Banyak juga yang berpendapat bahwa untuk...

See More
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x